EHN Personal Thought · Insurance · Takaful · Uncategorized

Sharing Knowledge Asuransi (Syariáh) Dengan Mitra Kerja

Sharing knowledge asuransi (syariáh) dengan Mitra Kerja

Sebagai bagian dari komitmen kepada mitra kerja, seyogyanya sebuah perusahaan asuransi (syariáh) harus mampu memberikan edukasi dan sosialisasi, utamanya dalam bidang asuransi (syariáh).

Mitra kerja perusahaan asuransi (syariáh) adalah agen, broker dan perbankan atau lembaga keuangan lainnya.

Kegiatan seperti sharing knowledge, yang dikemas dalam bentuk workshop dan/atau seminar, merupakan salah satu cara menciptakan sebuah kesepahaman. Perbankan (Syariáh) sebagai salah satu mitra kerja perusahaan asuransi (syariáh) pun tentunya membutuhkan kegiatan serupa.

Para bankir yang memang bukan orang yang faham mengenai asuransi, namun di lapangan, mereka sangat berkepentingan terkait asuransi syariáh, misal dalam kaitannya dengan jaminan agunan atas pembiayaan.

Beberapa catatan yang bisa diambil adalah sbb:

Penutupan asuransi rangka kapal (marine hull) merupakan jenis risiko yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan risiko kendaraan bermotor atau rumah tinggal.

Semisal di asuransi kendaraan bermotor, faktur pembelian sudah cukup untuk menunjukkan insurable interest dari pemilik dan menunjukkan harga pertanggungandari obyek (kendaraan bermotor).

Di asuransi rangka kapal, dibutuhkan beberapa dokumen yang merupakan statutory dan obligatory yang harus selalu dipenuhi oleh pihak pemilik dan/atau operator ketika akan melakukan penutupan risiko jenis ini.

Kelalaian dalam pemenuhan dokumen tsb, jelas membuat operative clause yang merupakan intisari polis, menjadi tidak berfungsi.

Prinsip asuransi akan memberikan ganti-rugi apabila kesepakatan (aqad) sudah terpenuhi. Prinsip yang dianut asuransi adalah no premium no claim. Sementara nasabah mempunyai prinsip paid premium paid claim.

Celakanya nasabah tidak membaca atau mengerti isi polis. Lebih celakanya lagi, dengan kurangnya komunikasi atau penjelasan mengenai isi polis, nasabah menganggap semua risiko akan diganti bila mereka mengalami kerugian.

Alhasil, ketika terjadi klaim, bukannya penyelesaian klaim berfungsi sebagai cash assistance (bantuan ketika tertimpa musibah) melainkan malah menjadi sumber perseteruan antara nasabah dan perusahaan asuransi (syariáh). Kondisi perseteruan ini bisa pula melibatkan pihak-pihak lain seperti agen atau broker atau bahkan Bank. Yang berujung menyulitkan semua pihak terlibat.

Idealnya, perusahaan asuransi (syariáh) memberikan penjelasan kepada nasabahnya.

Alternatifnya, pihak-pihak afiliasi yang menerima Ujråh / upah / fee / komisi / brokerage, atas penutupan risiko, yang memberikan penjelasan kepada nasabah asuransi. Saya melihat, secara sah, karena pihak-pihak ini sudah menerima bagian dari keuntungan (tanpa menanggung risiko) seyogyanya turut bertanggung-jawab manakala nasabahnya tidak memahami isi polis. Prinsip tanggung-renteng mustinya berlaku.

Ketika itu terjadi apa yang musti dilakukan?

~ bersambung ~

Sharing Knowledge Asuransi (Syariah) Dengan Mitra Kerja – Bagian 2

~ posted by @erwin_noekman erwin@noekman.com for erwin-noekman.com with disclaimer on ~

Uncategorized

Jum’at Mulia

Selamat datang di Jum’at pertama di tahun 2014 ini. Alhamdulillah kita masih punya kesempatan untuk memperbanyak dan menabung amal di tahun ini.

Apa yang disunahkan di hari ini (Jum’at):

• Memperbanyak membaca shalawat (allahumma shalli ‘alaa muhammad)

“Barang siapa yg bershalawat untuk-ku tiap2 hari Jum’at empat puluh kali, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya seluruhnya”
[HR Muslim]

• Membaca surat al-Kahfi

“Barang siapa yg membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menerangi baginya di antara dua Jum’at”
[HR Baihaqi]

• Membaca surat ad-Dukhan

“Barang siapa yg membaca surat as-Dukhan pada tiap malam Jum’at atau tiap hari Jum’at, maka Allah akan membangunkan sebuah rumah di surga baginya”
[HR Aththabrani]

Semoga kita bisa melaksanakan semua amalan di atas dengan hati ikhlas.

Wallaahu a’lam bishawab

EHN Personal Thought · Syiar · Uncategorized

Bajaj Mogok [Bahasa Indonesia]

Bajaj Mogok 

“Ya Allah, berikanlah kemudahan baginya | Berikan kemudahan rezeki bagi sang supir Bajaj dan keluarganya | Berikan ketenangan hati bagi Istri & keluarga-nya, yang mungkin sedang was-was menantikan kembalinya sang mujahid ke rumahnya” 

Sekelibat, terlintas begitu saja do’a di atas ketika aku melihat sebuah bajaj yang mogok di tepi jalan raya. Aku yang hampir saja menggerutu karena jalan yang kulalui terhambat, seketika sirna dan tercurahlah do’a di atas, ketika aku melihat sang sopir bajaj yang sedang sibuk meng-utak-atik bajaj-nya agar bisa hidup kembali. 

Memang tak lebih dari sekedar doa yang mampu aku haturkan. Kondisi jalan yang padat tak memungkinkan bagiku untuk menepi di jalan dan bertindak lebih. 

Rasa syukur kupanjatkan ke Sang Pencipta yang memberiku kesempatan untuk menikmati perjalanan dengan kesejukan AC atau mendengarkan suara merdu dari radio cassette. Aku tidak perlu berpanas-panas-an atau bersimbah keringat. 

Ah, begitu Maha Murah hati-nya Sang Pencipta, yang memberikan umatnya (termasuk diriku)berkesempatan untuk mendapatkan ladang amal. 

Semoga do’a yang kusampaikan itu di-ijabah oleh Yang Maha Kuasa. 

Amin –