Bola + Football + Soccer · EHN Personal Thought

#FIFAWC2014 #01 #BRA 3-1 #CRO

Disclaimer:
After been “secluded myself” for years, I’m daring myself to post football match review, based on my own personal opinion.


Match ONE

The opening game of #FIFAWC2014 had been initiated in Sao Paolo, on 12 June 2014 (13 June 2014 in Jakarta) with a victory of the host nation Brazil over the Balkan contender Croatia. Neither is my fav team.

The score was 3-1. All 4 goals were scored by Brazilian. Marcelo (BRA) “scored” own goal in 11′, Neymar (BRA) 29′ and 71′ (penalty) and Oscar concluded the game with his goal on 90’+1′.

Marcelo (BRA) own goal in 29′ remarked as the first ever the Yellow-Blue team conceded in their history. It was also the first ever own goal that opens the world cup in all edition.

Neymar (BRA) was voted as the Man of the match, who scored twice in this game.

Played with a composition of 4-2-3-1, Brazil with strong World Cup tradition possessed the majority of the game with 58% ball possession.

There were total of 24 shots, 13 of them were on goals, but none of corner kick was given during 90 minutes.

The games was coloured with 4 yellows from total of 26 fouls.

Other match stats [BRA|CRO]
Ball possession 58%|42%
Shots on goal 9|4
Shots 14|10
Fouls committed 5|21
Yellow cards 2|2

 

EHN Personal Thought · Health · Syiar

Tips Sederhana Menghilangkan Penat

Ada satu tips sederhana yang ingin saya sharing semoga bermanfaat buat semua.

Ini dari pengalaman saya sendiri, ketika kepala rasanya penat, saya lakukan “penyembuhan” dengan teknik sederhana. Yang saya lakukan hanyalah menundukkan kepala dan menempelkannya ke lantai. Minimal empat kali. Kalau mau lebih bisa digandakan. Akan lebih terasa manfaatmya apabila dilambatkan ketika kening menyentuh Bumi. Akan lebih baik lagi apabila dilakukan tanpa hampran atau alas, kening bersentuhan langsung dengan lantai.

Terapi ini juga berguna bagi yang mengalami gangguan di saluran pernafasan (sinusitis).

Sedangkan waktu-waktu terbaik melakukan terapi ini adalah sbb:
– tengah malam hinga menjelang fajar
– ketika fajar muncul
– di pagi hari hingga sebelum panas (bagi yang bekerja bisa dilakukan sebelum mulai bekerja)
– tepat tengah hari
– di petang hari ketika sang surya mulai condong ke arah Barat
– ketika matahari terbenam
– di malam hari setelah langit sudah gelap

Sederhana sebenarnya melakukannya.

Akan jauh lebih baik, ketika kening menyentuh Bumi, kita isi dengan ungkapan perasaan yang “mengecilkan” dan “merendahkan” diri kita. Sebaliknya, kita agungkan sang pencipta.

Pertahankan posisi itu. Jangan terburu-buru. Tambahkan do’a-do’a lain, utamanya di sujud terakhir.

Insya Allah, shalat anda pun bisa menjadi terapi kesehatan.

Salaam ~

20140607-174424-63864266.jpg

EHN Personal Thought · Syiar

Sedikit Menulis

Di awal-awal erwin-noekman.com go live, saya berniat untuk berbagi pandangan dari berbagai sudut, secara comprehensive dan mengena di berbagai aspek.

Niatnya, saya menulis panjang di blog dan menulis pendek di twit.

Namun dampaknya saya menyadari bahwa akibat terlalu banyak “pikiran” dan “sumbang suara” jadinya beberapa tulisan tidak/belum berhasil di-publish. Beberapa di antaranya karena sudah “basi” dan lainnya karena bingung sendiri.

Mulai hari ini saya putuskan untuk tetap menulis apapun itu, seberapapun itu, asalkan saya bisa menuangkan dan berbagi buah pemikiran buat semua.

Semoga niat baik ini bisa terlaksana dan berguna buat kita semua.

Ámiin

~ posted by @erwin_noekman erwin@noekman.com for erwin-noekman.com with disclaimer on ~

EHN Personal Thought · Syiar

Persuasif

Ketika ingin menjaga hubungan profesional maupun sosial,berikut beberapa tips yang saya rangkum dari berbagai sumber:

• Ketika kita hendak mengutarakan pendapat atau argumen, sangat penting bagi kita untuk terlebih dahulu mendapatkan kepercayaan lawan bicara atau audiens

• Ketika kita terlibat dalam diskusi, pastikan tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman bersama (win-win solution), untuk itu selalu siapkan plan-B dari rencana anda

• Lakukan diskusi dengan terstruktur, siapkan apa-apa yang ingin anda sampaikan atau tidak ingin anda sampaikan

• Tampilkan semua sisi dari pendapat atau argumen anda, baik positif dan negatif, pro dan kontra, plus dan minus, manfaat dan mudharatnya

• Anda harus mampu menarik perhatian lawan biacara atau audiens anda, kebanyakan orang (asing) akan sangat memperhatikan moment of truth yaitu 3 detik pertama pertemuan dengan anda

• Puaskan ego lawan biacara atau audiens dengan memberikan pujian atau sanjungan yang sewajarnya, tidak berlebihan dan tidak mengada-ada

• Kebanyakan orang lebih mempercayai omongan atau pendapat dari orang yang dianggap “senior” (pakar, ahli, tokoh ternama, dsj),untuk itu pastikan anda juga mendapatkan referensi yang bisa disebutkan guna meyakinkan orang lain

• Buat konsensus sehingga seseorang akan terpengaruh oleh apa yang orang lain lakukan

• Atur waktu yang tepat untuk mengutarakan pendapat atau konklusi anda

• Jadilah unik, scarcity makes precious

• Berkeyakinan tinggi atas ide anda sendiri

• Tampil menarik, terlihat antusias dan penuh passion

• Bersikap wajar jangan berlebihan

• Gunakan “jika-maka” sehingga lawan bicara atau audiense bisa membayangkan sebab-akibat dari pendapat-pendapat yang ada

• Bersikap diplomatis, jaga intonasi suara dan gesture tubuh

• Bersikap sederhana dan gunakan bahasa yang “membumi”, hindari penggunaan jargon atau istilah-istilah yang belum tentu lawan bicara atau audiens anda mengerti

Sekarang, saya ingin menyandingkan “teori-teori” di atas dengan meng-analog-kan dengan fakta yang (pernah) ada, sikap pertama ini sangat dan paling penting. Yang saya maksud di sini adalah Muhammad bin Abdullah, manusia dengan contoh akhlak terbaik yang pernah hidup.

Sebelum beliau menyampaikan wahyu illahi, sebelum beliau meminta orang lain mengikutinya, terlebih dulu sudah mendapat kepercayaan tingkat tinggi. Orang lain sudah mengenal (pribadi) dan sudah mempercayai beliau. Sehingga apapun yang dikatakan beliau, orang-orang pun percaya dan bersedia mengikutinya.

Jadi sangat penting, diulang, sangat penting memperoleh kepercayaan sebelum anda mengeluarkan kata-kata dari mulut anda.

Walk the talk.

Lakukan apa yang anda katakan, katakan apa yang anda lakukan.

Dalam bahasa manajemen, itulah komitmen atau integritas. Pastikan anda mempunyai komitmen atau integritas tinggi, sehingga orang lain atau audiens akan percaya dan mendengar anda, bahkan mengikuti apa(pun) kata anda.

Semoga bermanfaat bagi kita semua (utamanya buat saya pribadi – mengingatkan diri sendiri).

~ posted by @erwin_noekman erwin@noekman.com for erwin-noekman.com with disclaimer on ~