Health

Hijamah (a.k.a. Bekam)

Hijamah

(ilustrasi hijamah yang mengeluarkan angin dati tubuh, terlihat dari uap/embun di alat kop)

Di tengah-tengah kesibukan kita beraktifitas sering kita rasakan kondisi dan daya tahan tubuh menurun. Flu, bersin, sakit kepala kerap kita rasakan.

Hijamah – atau yang lebih dikenal sebagai Bekam – adalah metode pengobatan sesuai sunah Nabi Muhammas SAW.

Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai hijamah dan kegunaannya bagi kesehatan kita.

Dalam tubuh kita, ada kalanya metabolisme tubuh bekerja sepenuhnya. Asupan makanan, kualitas tidur dan gaya hidup bisa menyebabkan timbulnya toksin dalam tubuh. Toksin atau sel darah yang sudah tidak berfungsi merupakan penyebab utama timbulnya penyakit, baik yang ringan (flu, pilek, sakit kepala, dsj) maupun yang berat (stroke, jantung, dsj).

Gejala tubuh yang memiliki kadar toksin tinggi, al:
• Mudah letih
• Sering mengantuk
• Kurang fit
• Sembelit
• Mudah emosi
• Sering pusing / sakit kepala
• Sakit persendian (otot)
• Darah tinggi
• Gula darah tinggi
• Gout (asam urat)

Sampah metabolisme tubuh ini perlu dikeluarkan dari tubuh. Hijamah ini adalah salah satu metodenya.

Hijamah merupakan metode ideal untuk mengusahakan kesembuhan, dan mendapatkan jaminan karena dicontohkan sendiri oleh Rasulullah. Secara klinis dan empiris, hijamah juga membantu tubuh melakukan self healing (penyembuhan sendiri).

Manfaat hijamah:
• Mengeluarkan toksin
• Mengeluarkan kolestersol jahat
• Mengeluarkan angin dari tubuh
• Menghilangkan rasa sakit
• Memulihkan fungsi tubuh
• Melancarkan peredaran darah
• Menajamkan penglihatan
• Meningkatkan daya ingat
• Meningkatkan sistem imunitas tubuh

Untuk menjaga kesehatan, dianjurkan untuk melakukan hijamah (minimal) sebulan sekali secara rutin.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Rasulullah kerap melakukan hijamah:
“… barang siapa berbekam pada tanggal 17,19 dan 21 (di bulan-bulan Hijriyah) maka dia akan sembuh dari setiap penyakit …”
[HR Abu Daud]

Untuk perawatan penyakit dianjurkan untuk melakukannya dua minggu sekali. Disunahkan pula melakukan hijamah pada pertengahan bulan-bulan Hijriyah. Untuk hasil maksimal, hijamah bisa dilakukan ketika ihram (haji / umrah) dengan memanfaatkan energi Baitullah.

Bahkan, lebih afdhal ketika shaum (puasa) sebagaimana sunah Rasulullah:
“… berbekan sedang beliau dalam keadaan shaum …”
[HR Bukhari dari Ibnu Abbas]

Maka, efek hijamah ketika shaum akan berlipat ganda. Dan Insya Allah akan menjaga kesehatan dua kali lipat.

Bagi yang ragu-ragu atau takut, saya memberi rekomendasi bahwa pengobatan ini Insya Allah aman dan higenis. Saat ini sudah banyak tempat hijamah yang tersebar dimana-mana. Namun demikian, disarankan bagi anda untuk melakukan survey dan meminta testimoni dari pasien-pasien di sana, sebelum anda memutuskan untuk melakukan hijamah.

Kalo saya, milih yang franchise dan banyak cabangnya. Lebih afdhal yang dekat rumah (sakit) 😛

Kalo kenapa2 kan gampang 😛

Gampangnya bisa tanya om gugel koq 😛

Insya Allah kita diberi kesehatan dan keselamatan.

Aamiin

Wallaahu a’lam bishawab

Salaam –

Insurance · Takaful

Takaful Operators in Indonesia

kontribusi nasional

The above picture gives details of Name of General Takaful Operator, its Gross Contribution and Market share based on 2012 data.

In total, Indonesia’s general takaful operators produced approx IDR 1.3 trillion (USD 130 mio) from 2 full-fledge takaful operators and 20 takaful windows. It shown that takaful is a promising business in Indonesia and there are still plenty of room for growth.

Interested?

Family · Travel

Inviting you all to (dangerously beautiful) Indonesia

Batu Tapak | Desa Cidahu | Sukabumi | West Java ~ at the foot of Mount Halimun National Park

What can you find here?
• (family) camping ground
• praying room (mushalla)
• clean (fixed) toilet
• hot water shower
• activities (out bond, gathering)
• 24-hour cafeteria

Find details on their website: http://www.batutapak.com

Some information from their website:

Entrance fee:
• Camping area IDR 20K / pax
• Cidahu village IDR 2K / pax
• National Water Fall IDR 2.5K /pax

Choice of VIP tents (including breakfast):
• 3 beds for 6 pax IDR 800K / tent / night
• 2 beds for 4 pax IDR 600K / tent / night
• 1 bed for 2 pax IDR 400K / tent / night

Choice of Platoon tend (excluding breakfast) for 2 night / 3 days:
• New tent IDR 1.25Mio / tent
• Standard tent IDR 1Mio / tent
• Semi platoon tent IDR 750K / tent
• Charly type 7 pax IDR 400K / tent
• Dome tent 4 pax IDR 150K / tent
+ for this type you may need additional equipment (electricity, neon lamp, mattress, pillow, sleeping bag, etc)

• Breakfast IDR 50K / pax

• Set lunch / dinner IDR 20K~50K / pax

• Fun games IDR 60K / pax (flying fox, spider web, cross line, high rope)
* for group only (advance booking)

Hopefully you’d have your most enjoyable (family) holiday

Cheers –

– disclaimer on –

Health · Insurance · Takaful

Mahalnya (Biaya) Kesehatan

Menghargai Kesehatan

“Lebih baik mencegah daripada mengobati.”

Peribahasa itu sudah sejak kecil saya dengar. Intinya mengajarkan kita semua untuk selalu menjaga kesehatan.

Tanpa kita sadari, peribahasa itu banyak benarnya. Terlebih sekarang ini. Bicara soal kesehatan berarti bicara soal (kemampuan) keuangan.

“Sehat itu mahal.”

Sampai-sampai, kita sering mendengar istilah bahwa hanya orang kaya yang boleh sakit. Karena hampir mustahil orang miskin bisa berobat, baik ke dokter apalagi kalau sampai dirawat di rumah sakit.

Itu juga mungkin yang melandasi “kesadaran” Pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Program jaminan ini sedikit melegakan masyarakat kalangan tidak mampu untuk “berani” memeriksakan kesehatana atau penyakitnya ke dokter atau rumah sakit.

Tidak jarang kita mendengar, membaca dan menonton berita yang menyebutkan adanya RS yang menolak pasien. Jangankan sampai dirawat, untuk diperiksa saja, apabila pasien (kecelakaan) tidak mampu memberikan jaminan, niscaya tidak akan diterima.

Sewaktu masih remaja (tahun 90-an ~ ups… age detected :P), saya pernah melihat langsung kejadian kecelakaan di dekat exit tol Kebon Jeruk. Masyarakat sekitar sana serta merta membawa korban (saat itu masih bernyawa) ke RS terdekat (baca: tidak sampai 50m dari lokasi kejadian).

Berita itu pun langsung ramai disorot oleh stasiun TV dekat sana, yang memang lokasinya kurang lebih bersebelahan. Kalau saat itu tidak diliput media, mungkin masyarakat umum tidak mengetahui “sebegitunya” pelayanan di RS tsb.

Dulu pun, orang tua saya beberapa mendapatkan perawatan di RS tsb. Namun, mungkin karena perawatannya dilakukan di lantai “khusus (kalau tidak salah saat itu merupakan lantai 6) sehingga secara umum, semua tenaga medis di sana terlihat begitu ramah, penuh senyum dan helpful.

“Memang merupakan sebuah ironi.”

Kalau saya tidak mendengar berita tentang kecelakaan yang berujung kematian korban karena tidak adanya tindakan medis sama sekali oleh tim di RS tsb, mungkin mata saya masih tertutup kenyataan.

Itu kejadian ± 15 tahunan lalu, kalau tidak salah, manajemen RS itu sudah berganti (atau setidaknya namanya sudah berganti). Tapi, entah apakah “pelayanan” dan “sumbangsih” bagi masyarakat (sesuai kodrat hakiki sebuah RS) dijalani dengan baik atau tidak, saya tidak tahu dengan pasti.

“Begitu pahitnya fakta.”

Ternyata memang uang begitu berkuasanya. Tanpa uang, tiada perawatan. Tanpa uang tidak ada pemeriksaan medis. Tanpa uang nyawa melayang.

“Sungguh… Oh sungguh tragis…”

“Memang mahal sekali kesehatan.”

Sayangnya, kita sebagai manusia biasa tidak bisa mengelak dari taqdir. Bila Tuhan berkehendak, tiada daya dan upaya manusia menghindari malapetaka, apakah itu penyakit maupun maut.

Namun, ikhtiar kita adalah berusaha menjaga kesehatan. Cara paling mudah, selalu mencuci tangan, misalnya selepas beraktifitas di luar rumah. Menutup hidung ketika bersin. Menutup hidung ketika batuk. Membuang sampah pada tempatnya. Daaan banyak hal kecil lainnya yang berdampak besar bagi diri kita sendiri, maupun bagi orang lain.

Nah, mumpung sekalian ngomongin kesehatan, ini saya co-pas lagi, tulisan saya tentang cara sehat ala rasulullah Muhammad bin Abdullah.

1) Selalu bangun sebelum Shubuh
• Badan sehat
• Otak cerdas
• Penghidupan yg lapang
• Kebaikan dunia & akhirat

2) Aktif menjaga kebersihan
• Pakaian tetap bersih & rapih
• Gosok gigi (siwak)

3) Tak pernah makan banyak
• Menjaga kesehatan tubuh
• Detox

4) Gemar berjalan kaki
• Manfaat bagi kesehatan

5) Mengendalikan marah
• Mengubah gerakan (jika sedang berdiri segera duduk)
• Segera ber-wudhu
• Mengerjakan shalat sunnah 2 rakaat

6) Selalu optimis
• Melalui berbagai kesulitan & hambatan

7) Tak pernah iri hati
• Kecuali kepada orang kaya yg menggunakan kekayaan untuk menegakkan yg haq
• Kecuali kepda orang pintar yg rajin menyebarkan pengetahuannya kepada orang banyak

Jadiii…. sebenarnya mudah dan murah ya cara menjaga kesehatan.

Bagi anda yang juga memiliki perlindungan asuransi, jangan beranggapan bahwa anda tidak akan terkena penyakit loh (termasuk maut).

Asuransi hanyalah sebuah risk transfer mechanism. Kaitannya dengan kesehatan, asuransi hanya “melindungi” anda dari risiko “kerugian” ~ biaya perawatan, pengobatan, tindakan medis, dsj. Tetapi asuransi tidak akan pernah bisa menghilangkan rasa sakit (atau maut). Asuransi tidak akan pernah bisa menghilangkan rasa pahitnya obat. Asuransi tidak akan pernah bisa mengganti kenikmatan yang semestinya anda bisa rasakan ketika sehat.

Memang betul, kalau tidak punya asuransi, anda akan “rugi dua kali”, sudah sakit, habis pula uang 😛

Jadi ingat saja, selain menjaga kesehatan, tetap punya asuransi ya!

Semoga bermanfaat!

Salaam –