Tidak Ada Paksaan Dalam Agama

sharing –

Tidak ada paksaan dalam agama (Islam)… begitu kira-kira tafsir ayat 256 di surat Sapi Betina.

Menarik, karena ayat ini tepat diletakkan setelah Ayat Kursi. Ayat yang isinya tentang kekuasaan Allah azza wa jalla.

Di Ayat Kursi, digambarkan betapa hebatnya kekuasaan Allah, tetapi di ayat berikutnya, seakan diberikan kebebasan bagi orang-orang untuk beragama (Islam).

Kalau (boleh) saya mengartikannya bahwa ini loh ada sesuatu yang bagus banget, silakan kalau mau masuk dan diikuti….. tetapi kalau tidak mau, yasud.

Ibarat kata, ada Sekolah favorit.

Beberapa orang mungkin berebutan mau masuk ke sana, tetapi mungkin banyak juga yang ga mau masuk ke sana, dengan alasannya masing-masing.

Bagi yang berebut masuk barangkali harapannya lulus dari sana, bisa dapat pekerjaan bagus atau masa depan (lebih) terjamin.

Beberapa yang tidak mau berebutan masuk ke sana barangkali khawatir dan takut akan tuntutan apabila sudah masuk. Biasanya kan, yang namanya favourit itu lebih ketat aturannya. Misalnya disiplin soal waktu, soal kerapihan pakaian, aturan bergaul, aturan in, aturan itu, banyak dech. Nah, kalau sudah masuk, pastinya terikat kewajiban dan keharusan mematuhi semua (ulang: semua) aturan yang berlaku di Sekolah favorit itu. Kayaknya sih, ga bisa pilah-pilih, aturan2 mana yang mau diikutin, mana-mana yang ga mau diikutin.

Kembali, itu semua dikembalikan ke masing2.

Bagi yang berminat silakan. Bagi yang tidak berminat juga silakan. Masing-masing toch kan ada konsekuensinya.

Barangkali itu juga berlaku sama di sisi agama (Islam).

Barangkali sebagian orang akan melihat bahwa agama (Islam) itu banyak aturan. Musti ini, musti itu.

Bila (misalnya boleh) dipersamakan dengan contoh Sekolah favorit di atas, tidak ada yang memaksa bagi seseorang untuk beragama (Islam), cumaaa… konsekuensinya, kalau sudah masuk maka kewajibannya patuh dan taat sama aturan yang berlaku, ga bisa pilah-pilih aturan mana yang mau diikutin, mana yang ga mau diikutin.

Oiya, sebagai pelengkap sebenarnya, di ayat 208, disampaikan kepada orang-orang yang beriman, kalau mau masuk Islam, masuknya secara keseluruhan (utuh ~ kaffah).

Kebanyakan kita, cuma mengandalkan ayat 256 tadi, padahal ada pre-condition di ayat 208.

Mudah2an bisa jadi kajian kita sama-sama.

#selfreminder

 

 

Wallahu’alam bishshawab

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s