Winning is everything, fair play is beyond everything. Menang adalah segalanya, tetapi kejujuran ada di atas segalanya.
–
Hari ini Rabu, 19 April 2017, sebanyak 7.218.254 warga Jakarta akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) putaran kedua untuk menentukan Gubernur periode 2017-2022.
Hangatnya suhu politik di ibukota, ternyata berimbas ke rekan bisnis saya dari luar negeri yg menunda kedatangannya ke Jakarta.
Beberapa pertanyaan pun melintas di pikiran saya, salah satunya apakah memang “sebegitunya” keadaan Jakarta mencekam hingga ada kekhawatiran tersendiri bagi warga asing? —- walaupun saya merasa “ge-er” juga, ternyata situasi di Jakarta mendapat perhatian di belahan dunia lain.
Dugaan saya, murni pribadi, penyelenggaraan pilkada ini adalah yang paling banyak mengeluarkan effort, baik dari sisi waktu, tenaga, apalagi dana.
Hampir di setiap chat selalu kita temui pembahasan pilkada turut memberikan warna, baik di lingkungan masyarakat, kantor, pertemanan bahkan di group-group media sosial.
Bagi yang mempunyai hak pilih, silakan gunakan hak anda. Bagi yang tidak mempunyai hak pilih, silakan menjadi penonton yang baik.
Apapun hasilnya, siapa pun pemenangnya, saya mengajak kita semua untuk menghargainya.
– ehn 20170419 –
Nasihat Luqman kepada Anaknya

Luqman mengingatkan anaknya untuk senantiasa:
1. Mendirikan shalat
2. Menganjurkan oranglain mengerjakan kebaikan
3. Mencegah orang lain melakukan kemungkaran
4. Senantiasa bersabar atas ujian yang dialami
5. Tidak sombong
6. Tidak boleh angkuh
7. Berlaku sederhana
8. Melembutkan suara (berkata santun)
Semoga nasihat di atas bisa menjadi perhatian dan pengingat bagi kita semua.
Wallahu’alam bishshawab
Catatan Kecil Khutbah Shalat Jum’at
Catatan kecil khutbah shalat Jum’at
Kebon Melati, Jakarta Pusat
24 Maret 2017
Tidaklah manusia dan jin diciptakan kecuali untuk beribadah kepada Allah semata. Perintah tersebut disampaikan kepada “manusia” yang artinya tidak bermakna luas bagi seluruh manusia, bukan hanya bagi ustadz, bagi santri, bagi orang Islam, tetapi juga bagi seluruh manusia.
Ibadah mahdho merupakan ibadah yang sifat dasarnya haram, kecuali ada perintah dan tuntunan dari Rasulullah.
“Siapa saja yang melakukan amal ibadah yang tidak kami ajarkan, maka amal ibadah tersebut adalah amal ibadah yang tertolak.”
(HR. Muslim, no. 4590)
Ibadah ghairu mahdho mencakup ibadah secara luas.
Untuk itu, marilah kita jadikan setiap aktivitas kita bernilai ibadah. kerja kita, senyum, bahkan tidur kita pun bisa bernilai agama, selama kita niatkan hanya karena Allah semata.
Kaitannya dengan bekerja, Khatib mengutip hadits riwayat Thabrani sbb:
“Sesungguhnya di antara dosa yang tidak bisa ditebus dengan pahala shalat, sedekah atau haji, maka bisa ditebus dengan kesusah-payahan dalam mencari nafkah.”
Khatib juga mengajak umat untuk memanfaatkan waktu 1 (satu) detik yang bisa bernilai investasi ibadah untuk masa lima tahun ke depan.
Sebaliknya, 1 (satu) detik yang kita lakukan pun bisa berakibat salah untuk lima tahun ke depan.
Wallahu’alam bishshawab –
24 Maret 2017
Tidaklah Sama Kebaikan dan Kejahatan
Kisah Tentang Sebuah Buku (Story of a Book)
Kisah Tentang Sebuah Buku Yang Tidak Ada Keraguan Tentang Isinya
Ini adalah sebuah buku (kitab) yang dengan jelas memberikan pernyataan tegas (clear statement).
Tidak ada keraguan di dalamnya, bagi orang yang bertakwa.
Buku (kitab) yang memberikan pernyataan bahwa setiap orang yang (mengaku) bertakwa tidak boleh sedikit pun ragu akan isinya.
Tentunya sebuah penyataan berbalik.
Apabila ada yang meragukannya, maka ia belum/tidak pada posisi bertakwa.
Apabila ada yang belum/tidak bertakwa, maka ia tidak mempunyai keharusan meyakini isi kandungannya.
A Story of a Book Which Contains No Doubt of Whatsoever
This is the Book (the Qur’an), whereof there is no doubt, a guidance to those who are the pious and righteous persons, who believe in the unseen and perform prayers and spend out charity of what we have provided for them, and who believe in the Book (the Qur’an) which has been revealed to you (Muhammad) and in and in other Books (Torah and Bibel) which were sent down before you and they believe with certainty in the Hereafter. They are on true guidance from their Lord, and they are the successful.
Quoted from Holy Quran : The Cow
The Book certainly stated a clear and firm statement, that there is no doubt for the pious.
It means that any (person who declare) pious must not have any doubt concerning the contents of the Quran.
If the person, still has any doubt in the Quran, it means that s/he may not be a pious (yet).
Vice versa, if the person were not pious (yet), s/he has no obligation to believe in the Quran.


