Dengan Bismillah Aku Memilih

Hari ini, tanggal 9 Juli 2014, merupakan hari bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia. Baik yang ada di tanah air, maupun yang ada di negeri asing. Dalam waktu 1 jam ke depan, 1 menit dalam gubuk pemilu akan sangat menentukan.

Saya sendiri bukan orang yang fanatik terhadap politik. Bahkan boleh dibilang, baru kali ini saya “secara sadar” akan menggunakan hak saya. Setelah sekian lama “apatis” dan “tidak selera” mengikuti pemilu.

Pemilu sudah cukup sering dilaksanakan di negeri ini. Tetapi pemilu edisi kali ini cukup menarik disimak, karena saya pribadi merasakan adanya persaingan dan friksi yang cukup kental.

Bahkan, sisi negatif berupa black campaign sangat banyak kita dengar dan lihat. Semestinya, masing-masing calon menonjolkan kebaikan dan keunggulannya, bukan malah menjatuhkan satu-sama-lain.

Toh, di penghujungnya, mereka akan tetap saling bekerja sama dalam pemerintahan.

Semenjak “Pemilu sesungguhnya digelar”, baru kali ini, hanya ada 2 calon pasangan Presiden dan Wakil Presiden yang mendaftarkan diri.

Saya sendiri enggan “mati-matian” mendukung salah satu calon yang tersedia. Namun, saya merasa mempunyai kewajiban untuk turut menentukan arah negeri.

Dari pandangan pribadi saya, kedua calon tersedia, mempunyai plus dan minusnya masing-masing. Saya sendiri mempunyai “kepentingan” atas visi dan misi kedua calon.

Kedua calon memajukan ide mengenai “ekonomi kerakyatan”. Ide ini sangat saya dukung. (Seharusnya) Pengertian akan ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang saling mendukung, semua pihak diuntungkan, tidak ada yang dirugikan, tidak ada yang meng-eksploitasi satu sama lain. Singkatnya adalah saling gotong-royong.

Bila benar itu yang dimaksud, maka sistem ekonomi syariáh adalah sangat sesuai dengan visi dan misi kedua calon presiden.

Sistem ekonomi syariáh adalah sistem yang sustainable dan tangguh menghadapi berbagai kritis. Sistem ekonomi yang ditopang kerjasama, gotong-royong, saling menanggung dan saling membantu. Tidak ada yang dirugikan. Untung sama dibagi, rugi sama dipikul.

Siapapun yang terpilih oleh mayoritas bangsa Indonesia, saya akan fokus pada “ekonomi kerakyatan” tersebut. Akan saya tagih “janji” mereka akan implementasi “ekonomi kerakyatan” yang sudah mereka wacanakan.

Semoga, siapapun Presiden-nya, semoga istiqamah dan menunaikan hutangnya dalam janji meng-implementasikan ekonomi kerakyatan.

Semoga, ekonomi syariáh, semakin berkibar di Indonesia, demi kemakmuran dan keberkahan bersama.

Ámiin

Selamat memilih, demi Indonesia yang lebih baik lagi.

~ posted by @erwin_noekman erwin@noekman.com for erwin-noekman.com with disclaimer on ~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s