EHN Personal Thought

The Cover

I got this chain message from a friend of mine, and thought it might be inspiring for some of us.

Once, a girl bought an 1P4D.

When her father saw it he asked,

“What was the first thing you did when you bought it?”

“I put an anti-scratch sticker on the screen and bought a cover for the 1P4D,” she replied.

“Did someone force you to?”

“No.”

“Don’t you think it’s an insult to the manufacturer??”

“No dad, in fact they even recommend using a cover for the 1P4D.”

“Did you cover it because it was cheap and ugly?”

“Actually, I covered it because I didn’t want it to get damaged and decrease in value.”

“When you put the cover on didn’t it reduce the 1P4D’s beauty?”

“I think it looks better, and its worth it for the protection it gives my 1P4D.”

The father looked lovingly at his daughter and said nothing else….

# h i j a b

EHN Personal Thought

“BONTOT”

Melihat seorang mahasiswa membawa “bontot” mengingatkan saya akan kondisi serupa 19 tahun lalu. Di awal abad milenia ini, ketika saya “menemukan kembali” jatidiri saya, saya bertekad meninggalkan kemewahan yang bukan berasal dari hasil keringat saya sendiri.

Salah satunya, sebagai bentuk “tindakan rasional” saya pun membawa “bontot” (bekal) ketika berangkat kerja. Ketika itu saya masih bekerja di kawasan Karawaci, dan tinggal di kawasan Jakarta Barat.

Bekal yang saya bawa cukup bermanfaat, selain lebih sehat juga jelas menghemat biaya.

Seiring waktu, sepertinya kesibukan lebih menyita waktu untuk dapat menyempatkan diri menyiapkan bekal (makan siang).

Dalam perjalanan Jakarta – Depok

EHN Personal Thought

Asuransi Syariah hasil Spin-off: Berapa Banyak Survivor?

spin-off backward

 

Suatu ketika masuk WA ke saya yang menanyakan tentang perusahaan-perusahaan mana saja yang akan spin-off. Pertanyaan di atas, hampir mirip dengan pertanyaan yang saya terima pekan sebelumnya, yang menanyakan seputar kesiapan spin-off unit syariah di perusahaan asuransi. Karenanya, saya merujuk postingan saya sebelumnya yang membahas tentang hal tersebut.

 

Setelah saya luruskan pengertian dengan spin-off (baca: pemisahan unit syariah) saya menjawab secara normatif bahwa secara resmi data dan informasi dimaksud ada di masing-masing perusahaan, dan saya yakini itu masih bersifat confidential (rahasia). Bahkan saya memperkirakan, OJK pun belum mengetahui secara pasti sikap dari masing-masing perusahaan yang mempunyai Unit Syariah, sampai dengan batas waktu penyampaian Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah di tanggal 17 Oktober 2020.

 

Namun demikian, dari hasil “pendengaran” dan “penglihatan” secara pribadi dan personal, saya menyatakan bisa memetakan perusahaan-perusahaan mana yang akan mengambil opsi pendirian perusahaan asuransi syariah baru, dan mana saja yang akan mengalihkan portofolio ke perusahaan asuransi syariah lain. Kembali, perlu diingatkan bahwa sampai dengan saat ini dengan mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku, tidak ada opsi pengembalian ijin Unit Syariah.

 

Dari total 48 Unit Syariah perusahaan asuransi yang ada, dimana jenis usahanya adalah 2 Reasuransi, 22 Umum dan 23 Jiwa, saya dan beberapa kawan, memperkirakan komposisi akhirnya adalah sebagai berikut:

 

– WITH DISCLAIMER ON –

 

Reasuransi:

Opsi 1: 1 perusahaan akan mendirikan perusahaan reasuransi syariah baru

Opsi 2: 1 perusahaan akan mengalihkan portofolio ke perusahaan reasuransi syariah yang sudah mendapatkan izin usaha

 

Umum:

Opsi 1: 6 perusahaan akan mendirikan perusahaan asuransi umum syariah baru

Opsi 2: 18 perusahaan akan mengalihkan portofolio ke perusahaan asuransi umum syariah yang sudah mendapatkan izin usaha

 

Umum:

Opsi 1: 6 perusahaan akan mendirikan perusahaan asuransi jiwa syariah baru

Opsi 2: 17 perusahaan akan mengalihkan portofolio ke perusahaan asuransi jiwa syariah yang sudah mendapatkan izin usaha

 

Terlepas dari itu semua, saya dan kawan-kawan, memperkirakan pada saat awal-awal pelaksanaan spin-off (misal 2023) akan terjadi penurunan nilai total aset industri di kisaran 5% – 10% dan polis yang lapse (tidak diperpanjang) sebanyak 10% – 15%. Hal ini diperkirakan sebagai akibat perubahan entitas dan berkurangnya kepercayaan serta turunnya assurance bagi nasabah.

 

– WITH DISCLAIMER ON –

 

Sebagai pengingat, semua itu semua adalah WITH DISCLAIMER ON, sumber data diperoleh dari hasil “pendengaran” dan “penglihatan” di industri.

 

EHN Personal Thought

Sharia Insurance and Convention Award

SICA2019

 

 

Agen (tenaga pemasar) asuransi syariah merupakan back bone dari keberlangsungan sebuah perusahaan asuransi syariah. Ikhtiar disertai doa yang dilakukan para tenaga pemasar ini menghasilkan pertumbuhan yang positif bagi industri asuransi syariah dari tahun ke tahun. Selayaknya apresiasi dan penghargaan patut diberikan kepada para tenaga pemasar yang turut mensyiarkan asuransi syariah kepada masyarakat umum.

 

Untuk itu, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) didukung oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), insya Allah akan menyelenggarakan Sharia Insurance Convention and Award (SICA). Kegiatan ini dipandang perlu selain sebagai ajang apresiasi kepada pihak yang sudah turut mensyiarkan dan membesarkan industri asuransi syariah yang dikemas dalam bentuk awards, juga untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para tenaga pemasar dalam bentuk seminar dan motivasi.

 

Dengan jumlah tenaga pemasar asuransi syariah yang berjumlah lebih dari 100.000 ribu orang, sudah sepatutnya mendapatkan tempat yang selayaknya di hati masyarakat. Besar harapan SICA ini dapat mengangkat marwah para pejuang ekonomi syariah dengan mengedepankan perilaku sesuai dengan kode etik yang sudah disepakati bersama.

 

Semoga Allah SWT memberkahi segala niat dan ikhtiar kita. Aamiin.