
Tafsir surat Al-Waqi’ah ayat 62 menegaskan kuasa Allah dalam menghidupkan kembali manusia (kebangkitan) dengan merujuk pada penciptaan pertama.
Ayat ini menegur manusia yang mengingkari hari kiamat dengan argumen logis: jika Allah mampu menciptakan manusia dari tidak ada menjadi ada, tentu lebih mudah bagi-Nya untuk membangkitkan kembali manusia yang sudah mati.
Tafsir dan Poin Penting Ayat 62:
• Bunyi Ayat:Wa laqad ‘alimtumun-nasy’atal-ūlā falau lā tadzakkarūn (“Dan sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”).
• Logika Penciptaan Kedua: Manusia diperintahkan merenungkan bahwa penciptaan pertama (dari sperma/tidak ada) adalah bukti nyata kekuasaan Allah. Maka, tidak ada alasan logis untuk meragukan kekuasaan-Nya dalam menciptakan kembali manusia pada hari kebangkitan.
• Teguran atas Kelalaian: Ayat ini merupakan teguran halus agar manusia menggunakan akalnya untuk “mengambil pelajaran” (tadzakkarūn) dari fakta penciptaan diri mereka sendiri.
• Koneksi Ayat: Ayat ini berurutan dengan pembahasan kematian dan penciptaan bentuk baru, menunjukkan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan transisi ke bentuk kehidupan yang dikehendaki Allah.
Secara ringkas, ayat ini mengajarkan bahwa pengingkaran terhadap hari kebangkitan adalah bentuk kebodohan karena penciptaan pertama yang disaksikan manusia adalah bukti mutlak atas penciptaan kedua (kebangkitan).
Wallahu a’lam
