EHN Personal Thought

#opentowork

Pagi ini saya cukup tergelitik untuk menulis. Mungkin ini sebagai reaksi saya melihat meme salah seorang pesepakbola terbaik dunia. Di meme tersebut, beliau dengan jersey tim nasionalnya, dibubuhkan dengan hashtag #opentowork.

Lionel Andrés Messi is #opentowork.

Messi adalah salah seorang pesebakbola terbaik. Beliau yang berasal dari Argentina di Amerika Selatan, kerap disandingkan dengan Cristiano Ronaldo yang berasal dari Portugal (Eropa Barat).

Perbedaan dan keunikan serta latar belakang di antara keduanya selalu menjadi bahan perbincangan sejak keduanya berjumpa di lapangan hijau di tahun 2008. Messi kala itu baru berusia 20 tahun dan Ronaldo berusia 23 tahun.

Walau bentuknya meme, namun saya membayangkan apakah seorang tokoh papan atas seperti Messi, sesungguhnya “mudah” untuk mendapatkan pekerjaan baru?

Messi disebut “terpaksa” meninggalkan klub-nya karena kondisi finansial klub yang tidak akan mampu membayari gajinya yang “waw”.

Apakah faktor “overpaid”?

Apakah faktor penurunan utilitas, kontribusi dan atribusi dari “karyawan” bisa mempengaruhi penilaian “perusahaan”?

Nah, disini perlu menjadi renungan buat kita semua — termasuk bagi diri saya sendiri.

Kalau selama ini, stigma yang ada sebagai seorang karyawan, semakin lama bekerja di sebuah perusahaan, maka “secara otomatis” gaji yang diterimanya juga akan terus bertambah. Pun demikian dengan fasilitas yang akan menyertainya.

Namun, fenomena Messi di atas, mungkin bisa merubah mindset dari perusahaan. Pemberian gaji yang semakin besar, hingga mencapai satu titik yang tidak mungkin menanjak lagi, malah berujung berakhirnya kesepakatan kerja.

Ekspektasi seorang karyawan tentunya menerima gaji yang terus bertambah, promosi jabatan, kemudahan fasilitas, dan sejenisnya — yang notabene — menjadi sebuah self-actualisation bagi yang bersangkutan.

Namun, di sisi lain, ketika kemampuan finansial perusahaan dipertaruhkan. Kelar semua. You-and-me END.

Di pagi hari di akhir pekan ini, barangkali tidak ada salahnya kita merenungi apa yang menimpa Messi. Seorang key person menjadi #opentowork.

Apakah dalam waktu singkat, akan ada tempat berlabuh lagi bagi Messi (baca: karyawan)?

Apakah Messi (baca: karyawan) akan akan mendapatkan gaji, fasilitas, jabatan sesuai yang diharapkannya?

Wallahu a’lam –

So, bagi yang masih bekerja… Terus tingkatkan kontribusi dan atribusi bagi perusahaan. Jangan menunggu perusahaan menjadi besar, tapi jadikan perusahaan besar dengan keberadaan kita di dalamnya.

Happy weekend!

Stay safe, stay healthy!

Jakarta, 07 Agustus 2021

# catatan dan disclaimer:

Penulis sesungguhnya bukanlah penggemar dari kedua nama pesepakbola yang disebutkan. Penulis pun bukan penggenar dari tim nasional kedua pemain tersebut. Penulis juga bukan penggemar dari klub-klub dimana mereka meraih nama besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s