Kunker

image

(Contoh Visa on Arrival)

Mari, mari…
Murah! Murah!
Satu, dua, tiga, empat, ……. sepuluh
Murah! Murah!

Sejenak saya berpikir ada di Pasar Tanah Abang. Padahal saat itu saya sedang berjalan menelusuri pasar di kota Istanbul.

Bisa-bisanya nich orang Turkey berbahasa Indonesia. Edannya lagi bisa-bisanya dia mengenali saya sebagai orang Indonesia.

Terlepas dari kekaguman saya atas kemampuan (dasar) pedagang berbahasa asing (termasuk bahasa Indonesia) saya meyakini bahwa banyak turis asal Indonesia yang menyempatkan diri mampir ke pasar tradisional ini.

Saya sendiri bukan tipikal pembelanja yang mampir dan membeli segala sesuatu buat sendiri atau kerabat. Mungkin sudah kebiasaan dan sadar diri bahwa perjalanan saya merupakan bagian dari dinas kantor. Jadinya, saya merasa sah-sah saja kalau kembali ke tanah air dengan tangan hampa… * ngelesdotkom 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s