​Kutipan khutbah Jum’at 21 Ramadhan 1438

Kutipan khutbah Jum’at 21 Ramadhan 1438

Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, siang tadi saya diberikan kemudahan dan kesempatan untuk mencapai Masjid. Sang Mentari sepertinya “ingin tampil” dan memancarkan sinarnya hingga terik terasa di kulit. Beruntung saya, walau tidak saya ketahui sebelumnya, khatib Jum’at kali ini adalah KH Didin Hafidhudin. 
Siang tadi beliau menyampaikan ceramah seputar semangat umat Islam di bulan Ramadhan yang seyogyanya terus dipertahankan. Setidaknya ada 3 kegiatan baik di bulan Ramadhan yg diharapkan terus dijaga oleh kaum Muslimin. 
Hal yang pertama adalah kegiatan memakmurkan masjid. Beliau menyebutkan bahwa umat Islam adalah umat Masjid. Tidak mungkin kegiatan umat Islam itu jauh dari Masjid. Masjid menjadi tempat berkumpul dan menjaga ukhuwah islamiyah. Di Masjid, semua Muslim berkumpul dan melakukan shalat berjamaah. 
Abah Didin menyampaikan bahwa seandainya kebiasaan berjamaah ini dipertahankan, maka dampaknya akan sangat signifikan bagi kemajuan bangsa dan umat. Kegiatan berjamaah ini diharapkan bukan hanya di bidang ibadah, tetapi meluas ke sektor ekonomi dan muamalah. Beliau menyebutkan bahwa salah satu ciri orang yang mempertahankan berjamaah adalah orang yang memilih bertransaksi dengan sesama umat, walaupun di sekelilingnya ada pedagang dari umat lain. Ia tidak mau bertransaksi dengan umat lain. 
Beliau mengutip ayat al Qur’an di surat an Nisa (4) ayat 29 dan salah satu hadits yang intinya adalah perdagangan dilakukan atas dasar ridha dan dilakukan oleh sesama orang yang bertakwa. Beliau menghimbau kepada jamaah agar meniru kegiatan tsb, dengan bertransaksi kepada sesama umat.
Beliau sempat mengambil contoh waralaba milik non-muslim yang luar biasa menghasilkan keuntungan, tetapi keuntungan tersebut tidak dinikmati demi kemajuan Islam. Khatib kembali mengingatkan potongan ayat tadi yang menyebutkan bahwa sama saja kita bunuh diri jika kita tidak melepaskan diri dari kebiasaan bertransaksi bukan dengan sesama Muslim. 
Hal kedua yang beliau sampaikan adalah tentang  kebiasan membaca Qur’an. Khatib mengingatkan bahwa pada suatu masa terdapat peradaban mulia, itu karena umatnya menyandarkan kepada Qur’an. Mereka menjadikan al Qur’an sebagai pedoman hidup mereka untuk segala urusan, ibadah, ekonomi, sosial, politik dan lain-lain. Apabila menginginkan kembalinya peradaban mulia, maka tidak ada jalan lain, kecuali kembali ke tuntunan al Qur’an dan Hadits.
Lalu, hal ketiga yang disinggung adalah tentang semangat berbagi. Apabila semangat ini dipertahankan, maka umat Islam akan memiliki izzah, kemuliaan kaum Muslimin. Bila terlaksana, umat Muslim akan menjadi golongan “tangan di atas” bukan menjadi “tangan di bawah” alias meminta-minta. 
– rangkuman khutbah Jum’at 21 Ramadhan 1438 (16 Juni 2017) di Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta Pusat dengan khatib KH Didin Hafidhudin –
wallahu’alam bishshawab semoga terhindar dari kesalahan mengutip isi khutbah
@erwin_noekman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s