#FIFAWC2014 #27 #HOL 2-1 #MEX

20140701-071638-26198574.jpg

Two Late Goals that saved Oranje. Holland came behind Dos Santos goal in the beginning of second-half but managed to score two late goals in the normal time, that blown Central American opponent. Thanks to Sneijder and Huntelaar.

Mexican goalie Ochoa was still a favourite one.

Advertisements

#FIFAWC2014 #26 #COL 2-0 #URU

Uruguay lost their soul. What would Uruguay do without Suarez? Facts: • They lost 1-3 to Costa Rica • They lost 0-2 to Colombia What Suarez did in Uruguay team? Facts: • Suarez scored twice to edge England home • Suarez “bite” Chellini and made his opponent “scared” then Godin scored and sent Italian home Later, […]

Memaknai Shaum Ramadhan

Alhamdulillaahirabbil áálamiin, Råmadhån tiba kembali. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah azza wa jalla yang masih memberikan kita kesempatan menikmati hidangan illahi, shaum Råmadhån.

Sungguh, kenikmatan Råmadhån merupakan sesuatu yang tidak bisa kita dapati di bulan-bulan lain. Tak lain dan tak bukan, berkah dan karunia pahala yang melimpah ruah. Beragam ladang pahala disediakan Allah bagi umat-Nya.

Khusus di bulan Råmadhån, Allah memberikan kemudahan dan pahala berlipat. Yang sifatnya sunah mendapatkan pahala seakan wajib. Yang wajib, nilainya akan berlipat-lipat.

Dan jangan salah, bisa melakukan kesalahan atau maksiat, tentunya dosa dan ganjarannya pun akan berlipat ganda.

Adil kan? Subhanallah ~

Berikut beberapa amalan yang bisa kita laksanakan selama ramadahan:

1) Shalat Tahajud

Mungkin di hari-hari biasa, shalat sunah ini menjadi sangat berat. Kita harus terbangun di tengah malam agar bisa berdialog langsung dengan sang khalik. Padahal manfaat Shalat Tahajud bagi yang melaksanakannya, Insya Allah akan membuka pintu kebaikan.

Selama Råmadhån, sesungguhnya mengerjakan shalat sunah ini akan menjadi lebih mudah. Kita akan terbangun jauh lebih awal, misalnya jam 03:00. Sebelum sahur, kita bisa mengerjakan shalat Tahajud terlebih dahulu.

2) Sahur

Sahur selain berguna bagi kita yang berpuasa, sebagai asupan dan penambah tenaga sepanjang hari, juga mengandung unsur íbadah. Begitu Allah sangat menyayangi umat-Nya, bahkan yang sifatnya dibutuhkan manusia seperti bersahur mendapat pahala. Bahkan mengakhiri sahur pun mendapatkan hitungan pahala pula. Subhanallah.

3) Shalat Dhuha

Shalat sunah ini Insya Allah akan membuka pintu rizki bagi manusia. Amalan ini di bulan Råmadhån akan semakin afdhal bila kita laksanakan.

Bagi para pekerja (karyawan) íbadah ini sesungguhnya bisa dilaksanakan sebelum masuk jam kerja. Waktu dhuha (Jakarta dsk) sudah masuk ± 06:30. Jadi bisa kita sempatkan sebelum beraktifitas di kantor, namun manfaatnya sangat dahsyat bagi yang meyakini.

4) Tilawah

Tidak bisa tidak, tilawah merupakan aktifitas rutin yang mendampingi shaum. Kita perhatikan ada yang bisa meng-khatam-kan Qurán sehari sekali. Ada pula yang hanya mampu meng-khatam Qurán sekali selama sebulan.

Apapun itu, bukan hanya kuantitas yang menjadi persoalan, melainkan kualitas dan kesungguhan kita dalam membaca, memahami arti dan maknanya dan yang terlebih penting adalah mengamalkannya.

Saran penulis adalah bagi kita yang faqir dan awam, pastikan Qurán yang kita baca berisikan terjemah (bahkan lebih baik lagi bila berbentuk tafsir), sehingga pemahaman kita akan isi Qurán akan lebih optimal.

5) Zakat

Khusus bulan Råmadhån, umat Muslim mempunyai suatu kewajiban yang tidak ada di waktu yang lain, yaitu zakat fitrah. Sesuai namanya, zakat ini ditujukan agar umat Muslim bisa kembali ke fitrahnya, menjadi manusia yang suci tanpa dosa.

Setiap orang berjiwa (yang wajib zakat) diharuskan menunaikannya. Bentuknya beras atau setara beras 3,5 liter atau kira-kira seberat 2,5 – 2,7 kg. Nilainya sesuai dengan gaya hidup masing-masing. Kurang lebih Rp. 18.000 – Rp. 35.000.

Apabila ada yang keberatan atas kewajiban itu, sebenarnya sangat mudah. Bila bukan wajib zakat, maka ia adalah masuk kategori penerima zakat.

6) Infaq dan Shadaqah

Selain zakat, umat Muslim juga dianjurkan untuk menyisihkan sebagian dananya sebagai bagian dari tanggung-jawab sosial. Pemberi infaq dan shadaqah, apalagi selama Råmadhån, sepanjang niatnya suci dan ikhlas, Insya Allah akan menjadi ladang amal jariyah, yang Insya Allah pahalanya akan terus mengalir walaupun kita sudah wafat.

7) Qiyamul Lail (Tarwih)

Shalat sunah yang ini memang hanya ada di bulan Råmadhån. Bisa dilaksanakan secara berjamaáh, ataupun sendiri-sendiri. Ada yang melaksanakan 8 rakaát, ada pula yang 20 rakaát.

Kembali, sepanjang niatnya suci dan ikhlas, Insya Allah akan berbuah pahala bagi yang melaksanakannya.

8) Ikhtiar

Bekerja sendiri merupakan bagian dan rangkaian íbadah selama Råmadhån yang tidak bisa ditinggalkan. Sangatnya naif apabila masih saja ada alasan kinerja dan ikhtiar kita berkurang dengan alasan shaum. Justru seharusnya, shaum semakin meningkatkan semangat kerja.

Shaum sesungguhnya menolong kita untuk bekerja dengan niat dan hati yang lurus dan ikhlas. Bila di hari-hari biasa, bisa saja ada gangguan dan godaan, misalnya risywah, selama kita shaum, hal ini pasti kita hindari.

Begitu pula, penggunaan waktu kerja. Bila di hari-hari biasa, bekerja diselingi dengan ghibah, namun selama kita shaum, waktu senggang bisa lebih di-optimalkan.

9) Ítikaf (Menetap di Masjid)

Ítikaf merupakah kegiatan yang disunahkan bagi (laki-laki), utamanya di 10 hari terakhir Råmadhån. Dengan menetap di Masjid, seyogyanya umat Muslim, sejenak “melupakan” dunia, fokus hanya untuk urusan akhirat.

Satu catatan yang saya peroleh dari KH Ali Mustafa Yaqub, Imam Besar Masjid Istiqlal, beliau menganjurkan bahwa orang yang ingin melaksanakan ítikaf agar tetap bisa mematuhi aturan yang ada, seperti menjaga kebersihan dan ketertiban selama di Masjid. Ítikaf bukan berarti “pindah tidur” dari rumah ke Masjid. Beliau juga menganjurkan agar selama di Masjid sepenuhnya beribadah, bukan sekedar “numpang tidur”.

~

Lain-lain masih banyak lagi amal íbadah yang bisa kita kerjakan.

Insya Allah, sepanjang kita melakukannya dengan ikhlas dan bukan riya, kita akan mendapatkan kebaikan.

Wallahu’alam bish shawab,
Jazakumullah khairan katsira

~ posted by @erwin_noekman erwin@noekman.com for erwin-noekman.com with disclaimer on ~

[OPINI] Pembiayaan Konvensional Bagi Usaha Syariah

Cukup terkaget saya membaca sebuah kolom Seremonia yang mempromosikan kegiatan sebuah perusahaan.

Pada edisi 25 Jun 2014, disebutkan Bank konvensional (baca: ribawi?) memberikan pinjaman (baca: ribawi?) kepada sebuah perusahaan yang berprinsip syariah.

Maafkan penulis yang faqir, tetapi sepanjang pengetahuan yang kami miliki, sebuah usaha bisa disebut sesuai syariah apabila tidak mengandung unsur-unsur sbb:
– riba
– maysir
– gharar
– riswah
– maksiat
– dzulm
– barang / zat non-halal

Kalau di awal perjuangan ekonomi syariah, dalam kondisi darurat, situasi tansaksi ribawi – syariah masih diperkenankan. Tetapi kini, sudah banyak bank dan pembiayaan syariah yang siap menopang bisnis syariah.

Wallahu a’lam bish shawwab